Menyusun Anggaran Renovasi Rumah: Kerangka yang Realistis
Kebanyakan anggaran renovasi hanya memperhitungkan biaya konstruksi — material dan tenaga kerja — karena itulah angka pertama yang biasanya ditawarkan kontraktor. Anggaran yang realistis punya tiga komponen lain yang sering diremehkan atau bahkan dilupakan sama sekali: jasa profesional, kontingensi, dan biaya tak langsung.
Jasa profesional untuk pekerjaan desain arsitektur, struktur, dan interior umumnya berkisar 8 hingga 15 persen dari biaya konstruksi untuk sebuah renovasi, tergantung lingkup pekerjaan dan seberapa banyak koordinasi desain yang dibutuhkan. Ada godaan untuk memangkas ini demi memperbesar anggaran konstruksi, tetapi pekerjaan desain yang kurang matang justru salah satu cara paling ampuh menciptakan perubahan pekerjaan yang mahal di kemudian hari.
Kontingensi ada khusus untuk hal-hal yang tidak tertangkap survei struktur dan utilitas, serta keputusan yang berubah di tengah proyek. Untuk pekerjaan renovasi, 15 hingga 25 persen dari biaya konstruksi adalah kontingensi yang realistis, lebih tinggi dibanding 5 hingga 10 persen yang biasanya cukup untuk bangunan baru di lahan yang bersih.
Biaya tak langsung — biaya perizinan, akomodasi sementara jika rumah tidak layak huni selama pengerjaan, penyimpanan barang, biaya sambungan utilitas — hampir tidak pernah muncul dalam penawaran kontraktor, karena bukan item pekerjaan konstruksi. Menambahkan alokasi kasar sekitar 5 persen untuk biaya tak langsung, meski hanya sebagai perkiraan awal, membuat angka akhir lebih mendekati pengeluaran sebenarnya.